 |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 3
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 84
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243693 |
| Galeri Foto |
 Bersepeda Rame-rame Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Solichedi bersepeda bersama iLik sAs, salah satu relawan JRU. Ngonthel bareng Semarang Onthel Club (SOC) dlm acara pembukaan Pestipal Kampung Wedangan di BP Dikjur, Jl. Brotojoyo Semarang. |
| Bikin Website ? | Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Jejaring |
|
KABAR DARI WIRAMUDA Orang Tua Datang Berkunjung, Mereka pun Mendukung 100% | | Oleh rumahusaha |
| Jumat, 18-Desember-2009, 06:52:56 |
541 klik |
 |
 |
|
|
Seeing is believing! Tampaknya hanya rangkaian kata itulah yang menjadi garis besar dari kabar terbaru ini. Setahun menjadi Wiramuda, Wiramuda kita kali ini harus membuktikan kepada orang tua mereka apa yang mereka lakukan dan dapatkan selama menjadi Wiramuda. Dan kali ini, orang tua diajak langsung untuk menyaksikan langsung lokasi pendampingan mereka di Jaringan RumahUSAHA.
|
|
|
Selasa, 15 Agustus 2009 kemarin bisa jadi adalah salah satu hari yang menegangkan bagi Sri Erna Margawati, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Betapa tidak, di siang tersebut, orang tua dan wali mereka akan menyaksikan langsung apa yang sehari-hari mereka lakukan dan dapatkan selama setahun menjadi Wiramuda. Sri Erna Margawati diwakili oleh Santoso, pamannya, Reza yang dihadiri oleh Sudarsono, ayahnya, serta Lina Luthfiana yang langsung didatangi oleh Nur Wahid, ayah tercintanya.
Mereka semua diterima oleh Koordinator Relawan JRU, iLik sAs beserta beberapa relawan JRU antara lain Ririen Narulita, Sutar Adijoyo, Tri Prameswari, dan Adhimmas Nugroho di Warung Wedangan. Silaturahmi yang dimulai dengan santap siang bersama ini berlangsung gayeng ketika Koordinator Relawan JRU sebagai representasi Komite Pendidikan Wiramuda menyampaikan apa saja yang sudah mereka dapatkan dan akan lakukan dalam masa pendampingan berkelanjutan.
Disampaikan oleh iLik sAs, Pendidikan Wiramuda bukanlah sebuah pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif saja. Tetapi, di dalamnya lebih banyak mengombinasikan aspek afektif, emosional, dan menumbuhkan semangat altruisme bagi mereka yang mengikuti. Wiramuda benar-benar dididik untuk bagaimana berpikir untuk memiliki paradigma berpikir “joyful to giving” yang berkebalikan dengan paradigma berpikir “joyful to taking” yang selama ini berkembang dalam konstruksi pendidikan yang menekankan aspek kognitif. “Investasi kami kepada mereka adalah karakter, bukan hanya kompetensi bisnis yang bagi kami adalah unsur minoritas untuk mendorong kesuksesan sejati,” ujar iLik membuka diskusi.
Distorsi paradigma ini tentu saja menjadi mereka lain dibandingkan dengan kawan sebaya mereka. Tetapi, apabila ini diyakini sebagai bentuk kawah candradimuka dan konteks menempuh kuota untuk mencapai kesuksesan, paradigma ini akan membentuk sebuah pribadi yang bukan hanya bisa sukses untuk dirinya sendiri tetapi juga bagaimana sukses untuk orang lain. Hal ini didukung oleh Nur Wahid, ayah Lina yang juga akademisi di sebuah sekolah menengah, hal ini yang menjadi sebuah nilai tambah bagi generasi seangkatan putrinya tersebut.
Usai bersantap siang bersama, rombongan kemudian diajak beramah-tamah dengan relawan JRU, Tri Prameswari dan Sri Hartini yang menjadi pemilik Warung Wedangan. Setengah tidak percaya, mereka benar-benar tidak meyakini jika kekuatan komunitas yang ada di JRU telah mampu mengubah seorang asisten rumah tangga seperti Sri Hartini memiliki sebuah bisnis yang tidak bisa dibilang kecil jika dihitung berdasar nominal omzet. Hal yang menjadi perhatian mereka adalah bagaimana sebuah keyakinan bisa dibentuk dan menjadi faktor pengungkit bagi siapapun untuk menjadi apapun—termasuk yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Usai dari Warung, mereka kemudian bertandang ke John Foil, unit hot print (foil) terbaru yang kali ini dimiliki oleh Karjono atau yang akrab dipanggil Mas Jon, suami Sri Hartini yang pernah menjadi kuli bangunan sebelumnya. Dari John Foil, mereka kemudian meninjau lokasi asrama putri Wiramuda sekaligus markas Wiramuda yang terletak di bilangan Abimanyu. Dari Abimanyu, mereka kemudian menerima penjelasan proses grafika dimulai dari kunjungan di Puspa Offset di Surtikanti. Kunjungan kemudian diakhiri dengan silaturahmi bersama di markas Falah Etnik Card di bilangan Kalisari.
Santoso, paman Sri Erna yang sangat dekat dengan keponakannya tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas apa yang sudah diberikan oleh Wiramuda kepada keponakannya dan teman-temannya yang lain. “Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus dan harus dimanfaatkan dengan baik oleh keponakan saya dan teman-temannya,” ujarnya gembira. Santoso menggarisbawahi kelengkapan infrastruktur industri grafika dalam skala mikro yang dimiliki oleh JRU bukan hanya inspirasi bagus tetapi juga pelajaran akan sebuah komitmen dan ketekunan dalam berusaha.
Dalam silaturahmi di Falah Etnik Card, Sutar Adijoyo, relawan senior JRU menyampaikan sekelumit perjalanan hidupnya hingga akhirnya nyaman memilih jalan menjadi seorang wirausaha. “Bagi saya, menjadi wirausaha itu penuh dengan hadiah. Hadiah yang bisa mencukupkan hidup saya sekaligus juga melengkapkan saya sebagai manusia yang tidak hanya hidup sendiri tetapi juga orang lain,” tuturnya. Kristalisasi inilah yang kemudian membuat seorang Sudarsono memahami pilihan anaknya berpetualang mengasah jiwa dan mental kewirausahaan.
Sudarsono mengaku jika sebagai orang tua, dirinya hanya bisa menyekolahkan kedua anaknya hingga jenjang pendidikan menengah. Pilihan bekerja mandiri tentu saja bukan pilihan mudah bagi mereka karena kondisi sosial-ekonomi yang menuntut mereka untuk “survive” dengan jalan generik menjadi pegawai. Melalui momentum ini, Sudarsono kemudian banyak berpesan secara khusus kepada anaknya, Reza Dwi Purwanto, dan secara umum kepada seluruh Wiramuda untuk selalu bekerja keras dan mengikuti apa yang sudah digariskan. “Apa yang saya rasakan di sini tentu saja membuat saya yakin pilihan seorang Reza bukanlah pilihan yang salah,” sambungnya bijak.
Kegiatan kunjungan orang tua ini akan terus diselenggarakan oleh Pendidikan Wiramuda dan JRU sebagia bentuk tanggung jawab kepada seluruh orang tua peserta Pendidikan Wiramuda. Terpilih untuk gelombang pertama ini memang mereka yang berdomisili di Semarang, tetapi ini berlaku juga untuk orang tua Tina Wiramuda yang berasal dari Blora, Aris Supriyanto yang berasal dari Karanganyar, Taufan Jaka Andhika dari Sragen, Ahmad Sirojudin yang berada di Demak, dan jika memungkinkan orang tua dari Tri Herwanti yang berada di tanah seberang, Nangroe Aceh Darussalam.
“Ini adalah komitmen kami untuk menunjukkan jika pendidikan yang ditempuh buah hati mereka merupakan model pendidikan yang diharapkan bisa memberikan makna bagi kehidupan mereka selanjutnya,” ujar Adhimmas Nugroho, relawan JRU yang mendapat tugas sebagai Pamong Pratama Pendidikan Wiramuda. Maju terus Wiramuda kita!
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
Mengenal Jaringan RumahUSAHA
Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
|
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut » | Wiramuda Goes to Bandung Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.
lanjut » | JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.
lanjut » | Bisnis Yang Berawal Dari Hobi Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut » | Komunikasikan Bisnis Anda Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut » | JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual 12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut » | BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.
lanjut » |
|
|
 |
|
 |