Agenda
   Gapura
   Jejaring
   Perspektif
   Kolom :
   Interaktif :
  Who's Online ?
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 4

Tidak ada Anggota Online.


Online Hari ini : 84
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243688
  Galeri Foto


Relawan JRU, Prie GS & Tomy Siawira
Pose bersama Prie GS, Tomy Siawira dan salah seorang relawan JRU, Dhimas Nugroho di Warung Wedangan
  Bikin Website ?
Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913


  RSS Feed
RSS Feed - http://feedity.com/rss.aspx/rumahusaha-com/UldXW1NW
  Links

Prie GS, Sang Penggoda Indonesia

Auly Kastari - Sang Perupa

WiraMuda 

qrcode

  Live Traffic
Berita / Kolom Prie GS
Menunda Kemarahan
Oleh rumahusaha
Senin, 14-Desember-2009, 00:11:46 484 klik Send this story to a friend Printable Version

Tubuh itu mirip dokter bagi penyakit. Itulah kenapa ada penyakit yang sembuh dengan sendirinya cuma karena ia dibiarkan. Jiwa itu juga serupa dokter bagi perasaan. Itulah kenapa ada kemarahan yang akan hilang cuma karena dibiarkan.

Saya sering meminta kemampuan ‘’pembiaran’’ untuk meredam, terutama kemarahan-kemarahan saya. Karena inilah perasaan yang paling mengganggu hidup saya. Padahal sumber kemarahan itu rasanya ada di mana-mana. Nonton televisi saja, yang saya sangka akan mendatangkan hiburan, malah suka mendatangkan kemarahan. Melihat kelakuan politisi yang kalah misalnya, sungguh menguji kesabaran. Begitu besar kekecewaan mereka pada diri sendiri sehingga seluruh dunia seperti hendak mereka persalahkan.

 

Ada juga sebuah reality show tentang seorang yang selingkuh, lalu ditagih hutang lalu mau bunuh diri. Hebatnya, ketika penagih hutang itu datang lalu mengobrak-abrik rumahnya, di situ tepat sedang ada kru televisi. Ketika ia hendak bunuh diri, di situ juga tepat ada kamera telvisi. Untuk mati saja, orang ini butuh disyuting lebih dulu. Ini benar-benar tayangan yang membuat saya marah.

 

Tetapi apa jadinya jika seluruh kemarahan semacam ini saya layani? Maka deretan kemarahan itu pasti tidak  akan pernah ada rampungnya. Di rumah, di jalan, di tempat kerja, sumber kemarahan itu tersedia dalam jumlah tak terhingga. Di rumah selalu ada saja pemantik kemarahan itu: kunci mobil yang tiba-tiba entah di mana letaknya, anak-anak yang terlalu ramai ketika kita sedang bekerja, atau istri yang masak tapi keliru bumbu.

 

Keluar di jalan kita sudah akan bertemu klakson yang begitu pekaknya, orang nyalip tanpa aturan, angkot yang berhenti kapan saja dia suka dan orang memekik dalam kemarahan sementara dia sendirilah yang salah jalan. Sampai di tempat kerja kita berhadapan dengan target yang gagal dicapai, wajah atasan yang keruh dan teman sekerja yang menyebalkan. Sementara seluruh mendung sedang berkumpul di atas  kepala eh… ada pula telepon salah sambung dan kasar pula logatnya.

 

Tidak perlu menunggu waktu khusus untuk menjumpai persoalan seperti ini. Karena soal-soal seperti ini ada dan kita jumpai setiap hari. Tegasnya lagi, itulah isi hidup sehari-hari. Maka jika saya membiarkan diri saya setiap hari terbakar oleh aneka persoalan ini, kolom ini pasti tidak  akan ada karena saya sudah keburu gosong.

 

Harap Anda tahu, bahkan kolom ini pun saya tulis ketika perasaan saya sedang  diamuk kemarahan. Ini adalah kolom terlama yang pernah saya tulis karena sebagian waktunya saya pakai untuk menunda terus kemarahan yang tengah datang. Saya membutuhkan banyak alat bantu untuk menunda   terus kemarahan itu termasuk dengan cara menulis kolom tentang kemarahan ini sendiri. Butuh berhenti sejenak, ngetik lagi, macet lagi, berhenti lagi, tiduran sebentar, mencoba lagi, macet lagi, istirahat lagi, mencoba lagi. Mungkin kolom ini tidak terlalu bagus, tetapi bahwa ia akhirnya rampung dan benar-benar menjadi alat penunda, adalah bukti yang jauh lebih menggembirakan.

 

Di dalam penundaan  yang terus menerus itu kemarahan mereda pelan-pelan dan ia bosan dengan dirinya sendiri. Ia ibarat seseorang yang selalu mengejar sementara kita adalah pihak yang selalu berlari. Saya pikir begitu pula watak kesulitan, ia akan kalah oleh  dirinya  jika kita biarkan. Menulis kolom ini memang sulit, tetapi saya hanya butuh istirahat, jalan-jalan, dan tiduran. Saya hanya menunda, tetapi tidak berhenti. Di dalam setiap ketertundaan itulah ternyata aneka kemudahan malah muncul satu demi satu dari tempat persembunyian. Maka jika  engkau marah, langkah pertama adalah: diamlah.

 

 

 

- Prie GS, Budayawan -

 
  Berita Kolom Prie GS Lainnya
.Bahasa dan Kelakuan Kita
.Bekerja = Menyakitkan?
.Gila Bola Amatiran
.Memotong Rumput
.Telapak Kaki
.Perjuangan untuk Bergembira
."Jangan Memberi Uang Kepada Anak Jalanan"
.Mengenang Kho Ping Hoo
.Anak-anak dan Idolanya
.Orang Kalah
Mengenal Jaringan RumahUSAHA

Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita
23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut »
Wiramuda Goes to Bandung
Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.

lanjut »
JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang
Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.

lanjut »
Bisnis Yang Berawal Dari Hobi
Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut »
Komunikasikan Bisnis Anda
Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut »
JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual
12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut »
BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA
Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri

Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.

lanjut »