 |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 2
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 84
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243691 |
| Galeri Foto |
 Bersepeda Rame-rame Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Solichedi bersepeda bersama iLik sAs, salah satu relawan JRU. Ngonthel bareng Semarang Onthel Club (SOC) dlm acara pembukaan Pestipal Kampung Wedangan di BP Dikjur, Jl. Brotojoyo Semarang. |
| Bikin Website ? | Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Jejaring |
|
CATATAN DARI MENTORING KEWIRAUSAHAAN PADAT KARYA PRODUKTIF Menyiarkan Semangat Berimajinasi | | Oleh rumahusaha |
| Senin, 30-Nopember-2009, 05:07:53 |
643 klik |
 |
 |
|
|
Berimajinasi atau dalam kata lainnya berhasrat di hampir seluruh buku panduan sukses menjadi landasan fundamental dalam sebuah bangunan rumah kesuksesan. Sayangnya, semangat berimajinasi ini pada masyarakat kita sering diberangus dengan berbagai alasan. Inilah yang menjadi tugas pertama bagi tim mentoring kewirausahaan untuk berbagi kepada para kelompok penerima bantuan sarana usaha Padat Karya Produktif 2009.
|
|
|
Dalam bangunan teori kesuksesan D-B-S-A yang menjadi keyakinan bagi JRU, unsur D (dream) ditempatkan menjadi tahapan yang pertama karena unsur inilah yang melandasi sebuah keyakinan untuk sukses. Mimpi adalah bahan bakar orang hidup, begitu kata bijaksana yang terserak di berbagai buku panduan sukses. Impian ini kemudian bermetamorfosis dalam berbagai diksi, ada yang menyebutnya imajinasi, “dream”, impian, ide, atau bahkan hasrat. Tetapi, semuanya merujuk pada sebuah kondisi dari internal personal sang pebisnis yang menginginkan suatu kondisi tertentu yang tentu saja lebih baik dari kondisi saat ini. Inilah yang disebut sebagai visi, cita-cita, atau ide.
Kondisi ini pada banyak kasus tidak bisa dipaksakan karena memang inilah keinginan dasar dari sang pebisnis yang mendasari legenda kewirausahaan yang akan dibangunnya. Karena dengan berbagai alasan kultural, masyarakat kita tidak terbiasa untuk melakukan imajinasi pada konteks ini. Tekanan sosial yang mengimpit bisa jadi menjadi alasan mengapa masyarakat kita—terlebih mereka yang bisa disebut marjinal—mengalami hal ini. Tidak semua memang, tetapi kebanyakan dari mereka mengalami hal ini.
Ada beberapa perkecualian yang bisa menjadi hipotesis empirik. Pertama, mereka sudah memahami persoalan teknis yang melingkupinya sehingga mereka bisa melakukan perhitungan dan prakiraan yang membuat segalanya menjadi terukur. Kedua, mereka memiliki dukungan sumberdaya alam yang kuat dan hampir tidak terbantahkan. Kedua hal besar ini menjadi modal dasar yang kuat bagi mereka untuk percaya diri menghadapi persoalan bisnis selanjutnya. Ketiga, secara alamiah mereka memiliki rasa percaya diri yang kelewat besar yang pada beberapa konteks seringkali harus dikendalikan agar tidak menjadi “overconfidence”.
Tantangan kemudian mengemuka bagi mereka yang secara teknis tidak memiliki pemahaman komprehensif dan terkesan coba-coba. Ini menjadi sebuah keniscayaan karena banyak dari program pemerintahan semacam ini dibuat dalam konteks memanfaatkan anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Selain itu, ketiadaan data potensi dan identifikasi masalah di setiap daerah menjadikan proposal yang masuk seringkali tidak dibekali dengan “sistem penjurian” yang komprehensif untuk menilai. Membangkitkan imajinasi pada tataran inilah yang menjadi sebuah tantangan tersendiri. Inilah tantangannya! Au revoir!
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
Mengenal Jaringan RumahUSAHA
Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
|
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut » | Wiramuda Goes to Bandung Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.
lanjut » | JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.
lanjut » | Bisnis Yang Berawal Dari Hobi Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut » | Komunikasikan Bisnis Anda Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut » | JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual 12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut » | BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.
lanjut » |
|
|
 |
|
 |