 |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 1
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 84
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243690 |
| Galeri Foto |
 Bob Sadino Ria Adijoyo, relawan Jaringan RumahUSAHA berpose bersama Pengusaha Bob Sadino di Pestipal Kampung Wedangan |
| Bikin Website ? | Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Agenda |
|
| Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita | | Oleh rumahusaha |
| Selasa, 30-Desember-2008, 05:44:23 |
1168 klik |
 |
 |
|
|
| 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. |
|
|
Persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari sebelumnya. Mereka juga sudah diajak dua kali untuk bertandang ke ruangan Lokapala, Gedung BI Semarang Lantai 8 untuk menyaksikan ruangan di mana mereka akan tampil sebagai bintang, sebagai Wiramuda yang menjadi harapan bagi Kadin Jawa Tengah, Bank Indonesia, BP Dikjur Jawa Tengah, dan tentu saja Jaringan RumahUSAHA.
Ternyata, harapan tersebut bukan saja menjadi harapan bagi keempat lembaga tersebut. Harapan ke 12 Wiramuda tersebut bisa menjadi “sesuatu” nantinya juga disampaikan oleh tetamu yang hadir mulai dari Ir. Budi Santoso, tokoh bisnis Jawa Tengah yang dikenal publik sebagai Pemimpin Umum Harian Suara Merdeka dan anggota DPD RI, lalu Soediro Atmoprawiro, Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Tengah yang intens bergelut dengan dunia UMKM dan koperasi dan kini juga mengemban amanah sebagai Ketua KOP Jawa Tengah, dan tak lupa harapan dari Zaeni Aboe Amin, Pemimpin Bank Indonesia Semarang yang tak henti-hentinya memberikan semangat kepada mereka—bukan saja pada saat sambutan tetapi juga lewat pembacaan puisi spontannya dan dialog inspiratifnya.
Detik demi detik bergulir dan akhirnya gelaran Temu Wiramuda 2008 mulai dibuka dengan celotehan khas pembawa acara Shanty Rosalia. Sosok penyiar radio Smart FM yang sudah berulang kali menemani JRU menghelat acara-acara ini tampil prima dan cair menaklukan ruangan dan hadirin yang tampak begitu serius. Sambutan terus mengalir. Tuan rumah yang diwakili melalui sambutan Pemimpin Bank Indonesia Semarang, Zaeni Aboe Amin mengaku berharap ke-12 Wiramuda ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah nantinya. “Kita berharap banyak pada generasi muda,” ujarnya.
Kesempatan selanjutnya datang kepada H.M. Soediro Atmoprawiro yang memberikan nasehat kepada mereka untuk terus bersemangat. Pria yang kini menjadi Ketua Komite Olahraga Provinsi (KOP) Jawa Tengah tersebut sedikit menceritakan jika dirinya dulu juga merintis “karier” kewirausahaan dari bawah. Inilah teladan yang harus dicontoh juga oleh rekan-rekan Wiramuda.
Tibalah saatnya ketika Wiramuda diperkenalkan. Semuanya berjalan lancar. Paryono yang pernah berjuang pulang dini hari ke Banyumas hanya untuk mengambil legalisasi ijazah tampil memberikan sedikit komentar tentang Wiramuda. Sugiyanto yang tampil otentik di foto dengan gitarnya, mengucapkan satu kata: terima kasih ketika Shanty Rosalia mencoba bercakap dengan rekan Wiramuda yang relatif pendiam tersebut. Lina Luthfiana yang tengah belajar bahasa Jepang mencoba mempraktikkan sedikit kompetensinya tersebut ke hadapan hadirin dengan memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang.
Hadirin kemudian diajak untuk lebih menghayati arti kehidupan dengan alunan musikalisasi puisi karya Jodhi Yudono yang tampil bersama Irul dan Tutut, dua violis yang setia menemaninya. Jika biasanya musikus yang juga jurnalis tersebut menghibur orang-orang yang sakit, kini dia menyemangati rekan-rekan muda untuk terus senantiasa bertumbuh. Di tengah pementasan, Pemimpin Bank Indonesia, Zaeni Aboe Amin duduk bersila di atas pentas membacakan puisi karya relawan JRU, Heruningsih atau biasa dipanggil dengan sebutan Nining yang ditulis bersama relawan cilik JRU, Anis Sasongko.
Temu Wiramuda 2008 ditutup dengan diskusi antara sesepuh bisnis Jawa Tengah, Budi Santoso yang ditemani oleh Pemimpin Bank Indonesia Semarang, Zaeni Aboe Amin dan Ketua Kadin Jawa Tengah, Solichedi. Diskusi yang dipandu langsung oleh Ferry, eksekutif muda yang juga profesional radio dari Smart FM Semarang tersebut, berlangsung cair dan inspiratif. Ketiga tokoh yang bisa dibilang gaek di Jawa Tengah tersebut intinya mengemukakan jika peranan sektor informal sangat penting apalagi di tengah impitan krisis ekonomi global akhir-akhir ini.
Hadirin kemudian dipersilakan untuk menikmati sajian santap siang yang telah dihidangkan sembari menikmati sajian hiburan musik dari Bohemia Accoustic Music. Kelompok musik jalanan yang kini beranjak profesional tersebut tampil memukau denan sajian tembang-tembang kenangan yang akrab di telinga tetamu yang umumnya pengusaha dan profesional perbankan tersebut. Terus bertumbuh Wiramuda, mari bersama wujudkan masyarakat wirausaha di provinsi tercinta ini!
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
Mengenal Jaringan RumahUSAHA
Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
|
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut » | Wiramuda Goes to Bandung Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.
lanjut » | JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.
lanjut » | Bisnis Yang Berawal Dari Hobi Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut » | Komunikasikan Bisnis Anda Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut » | JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual 12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut » | BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.
lanjut » |
|
|
 |
|
 |